Headlines

Wabup Sukabumi Tegaskan Keterbukaan terhadap Kritik dalam Muhibah Ramadhan ke-4 di Simpenan

1772549485767

SUKABUMI – JAGAT BATARA. Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Muhibah Ramadhan ke-4 yang digelar di Masjid Jami Misbahul Huda, Kampung Selakopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga wadah penyampaian komitmen pemerintah daerah terkait keterbukaan terhadap kritik publik. Di hadapan ratusan jamaah dan tokoh masyarakat, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menyampaikan sikap tegas bahwa pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi, apapun keluhan yang diposting oleh masyarakat, kami tidak anti kritik. Kami siap untuk dikritik,” ujar H. Andreas.

Ia menegaskan, berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat, termasuk melalui media sosial, dipandang sebagai masukan konstruktif. Karena itu, ia menginstruksikan para camat dan perangkat daerah agar tidak bersikap reaktif terhadap kritik. Aparatur di tingkat kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan publik diminta untuk bersabar dan terbuka dalam menerima setiap aspirasi warga.

Menurutnya, kritik menjadi cermin evaluasi bagi pemerintah dalam menjalankan program pembangunan demi mewujudkan visi Sukabumi yang MUBAROKAH (Maju, Unggul, Berbudaya dan Barokah).

Doorprize Umrah untuk Ustaz dan Marbot

Selain penyampaian komitmen pemerintahan, kegiatan tersebut juga diwarnai suasana haru saat pengundian doorprize tiket umrah. Program ini ditujukan khusus bagi ustaz, guru ngaji, dan marbot masjid sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam membina umat.

Salah satu penerima tiket umrah adalah Ustadz Burhanudin, warga Kampung Pamipiran, Desa Sangrawayang. Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur ketika namanya diumumkan sebagai pemenang.

“Saya sangat terkejut sekaligus bahagia. Ini mungkin sudah menjadi kehendak Allah SWT. Sebelumnya saya memang pernah mendapatkan kesempatan umrah, namun mungkin Allah menghendaki saya untuk kembali berangkat dalam waktu yang lebih cepat,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Program tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan nyata kepada para pegiat agama yang selama ini berkontribusi dalam syiar Islam di tengah masyarakat.

Santunan untuk Yatim dan Duafa

Dalam rangkaian Muhibah Ramadhan ke-4 itu, panitia bersama Wakil Bupati juga menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim dan kaum duafa di wilayah Kecamatan Simpenan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh H. Andreas, didampingi jajaran Forkopimda.

Kegiatan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebahagiaan Ramadhan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.

Sinergi Pimpinan Daerah

Muhibah Ramadhan ini turut dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah, di antaranya Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ari Wibowo, S.Hub.Int., Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, Kepala Dinas Pariwisata Ali Iskandar, unsur Forkopimcam Simpenan, serta Ketua KUA setempat.

Kehadiran Dandim 0622 menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah Ramadhan hingga Idul Fitri.

Harapan untuk Sukabumi yang Mubarokah

Di penghujung acara, doa dipanjatkan agar seluruh program pembangunan yang berjalan dapat memberikan manfaat luas, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah pesisir seperti Simpenan.

Ustadz Burhanudin mewakili tokoh agama dan masyarakat menyampaikan harapannya agar Sukabumi semakin maju dan mubarokah sesuai cita-cita pembangunan yang sedang dijalankan.

Kegiatan Muhibah Ramadhan ke-4 di Simpenan pun menjadi gambaran upaya pemerintah daerah dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, membuka ruang dialog, serta menguatkan kepedulian sosial di bulan suci.

MP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *