Cianjur – JAGAT BATARA. Rabu, 17 Juni 2026. SMKN 1 Cianjur (SMAKZIE) kembali menyelenggarakan Pentas Seni (PENSI) bertajuk “Kala Prabhakarsa 2026: Berani Beraksi, Abadi dalam Kreatif” sebagai bagian dari ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya yang telah berkembang menjadi agenda tahunan sekaligus salah satu program unggulan sekolah.
Kegiatan yang melibatkan seluruh peserta didik kelas X ini diikuti oleh 18 rombongan belajar dengan jumlah rata-rata 42 siswa di setiap kelas. Tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, pentas seni ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran dalam satu kegiatan yang utuh, mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Melalui program ini, sekolah berupaya memperkaya pengalaman belajar siswa dengan memberikan ruang bagi mereka untuk merancang, mengelola, dan menampilkan sebuah karya seni pertunjukan secara profesional sesuai dengan kurikulum dan silabus pembelajaran. Para siswa juga didorong untuk mengembangkan kemampuan manajemen pertunjukan, membangun kerja sama tim, mengasah keterampilan komunikasi, serta memperluas jejaring dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang berpotensi menjadi mitra atau sponsor kegiatan.

Semarak acara semakin terasa melalui beragam penampilan yang disuguhkan para siswa. Mulai dari tari tradisional, modern dance, pertunjukan band, drama musikal, hingga teater berhasil memukau para penonton. Penampilan tersebut menjadi cerminan kreativitas, bakat, dan kekompakan siswa yang dibangun melalui proses kolaborasi yang matang.
Pentas Seni Kala Prabhakarsa 2026 dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 1 Cianjur, Hj. Ridna Aridana, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan atau unjuk bakat, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.

“Pentas seni ini bukan hanya menjadi ajang untuk menampilkan bakat, minat, dan kreativitas di bidang seni, tetapi juga merupakan wujud nyata penerapan pembelajaran manajemen pertunjukan yang telah dipelajari selama ini. Melalui kegiatan ini, siswa belajar merencanakan sebuah kegiatan, bekerja sama dalam tim, bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban, serta menghargai peran setiap individu dalam mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak semata-mata diukur dari kemeriahan pertunjukan di atas panggung, tetapi juga dari proses yang dilalui oleh seluruh pihak yang terlibat.
“Oleh karena itu, keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari penampilan yang menarik, tetapi juga dari proses kerja sama, kedisiplinan, dan komitmen yang ditunjukkan oleh seluruh peserta. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh siswa kelas X yang telah berpartisipasi sebagai panitia, penampil, maupun penonton atau apresiator. Tampilkan kemampuan terbaik dengan penuh percaya diri, junjung tinggi sportivitas, saling menghargai, serta tunjukkan sikap yang santun dan bertanggung jawab,” pesannya.

Pelaksanaan Pentas Seni Kala Prabhakarsa 2026 turut mendapat pendampingan dari Edy Mulyana, S.Pd., selaku guru mata pelajaran Seni Budaya SMKN 1 Cianjur yang membimbing siswa sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini semakin mengukuhkan eksistensi pentas seni sebagai agenda rutin sekolah yang telah berlangsung selama enam tahun berturut-turut. Ketua Panitia, Asti Purnamasari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas konsistensi program yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah, kegiatan ini telah diselenggarakan selama enam tahun berturut-turut dan kini menjadi agenda tahunan sekolah. Awalnya, ujian praktik seni hanya dilaksanakan di masing-masing kelas. Namun, seiring berkembangnya antusiasme siswa, kegiatan ini bertransformasi menjadi sebuah pentas seni besar yang melibatkan seluruh siswa kelas X dari berbagai jurusan,” ungkapnya.
Melalui Pentas Seni Kala Prabhakarsa 2026, SMKN 1 Cianjur terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan bermakna. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang mampu membentuk karakter, kreativitas, keterampilan manajerial, serta kemampuan bekerja sama sebagai bekal penting bagi siswa di masa depan.
(in)
