SUKABUMI – JAGAT BATARA. Pemerintah Kabupaten Sukabumi setiap tahunnya mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk sektor infrastruktur jalan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi jalan di berbagai wilayah masih jauh dari kata layak, memunculkan pertanyaan publik soal efektivitas dan dampak nyata penggunaan anggaran tersebut.
Pada tahun 2023, anggaran jalan Kabupaten Sukabumi tercatat sebesar Rp102.770.900.466, dengan realisasi mencapai Rp98.869.453.047. Anggaran tersebut dialokasikan ke beberapa kegiatan utama, di antaranya:
- Pemeliharaan berkala jalan sebesar Rp12.300.966.789, terealisasi Rp11.556.766.214
- Pemeliharaan rutin jalan sebesar Rp33.934.476.853, dengan realisasi Rp33.708.495.274
Memasuki tahun 2024, anggaran justru mengalami peningkatan signifikan. Program penyelenggaraan jalan dianggarkan sebesar Rp142.204.518.174, dengan realisasi Rp135.153.577.000. Namun, capaian fisik tidak sepenuhnya berjalan sesuai rencana.
Salah satu contoh adalah ruas jalan Parungkuda–Bojong Pari, Kecamatan Cidahu, yang tidak dapat dilaksanakan akibat terdampak bencana alam. Dari target kinerja 4,20 kilometer, realisasi hanya mencapai 4,07 kilometer. Pemerintah daerah menyatakan ruas tersebut akan kembali dianggarkan pada tahun 2025.
Hal serupa terjadi pada kegiatan rehabilitasi jalan yang dianggarkan sebesar Rp14.421.963.725, dengan realisasi Rp13.752.066.815. Ruas jalan Panumbangan–Purabaya gagal dilaksanakan akibat bencana alam, sehingga target kinerja 8,53 kilometer hanya terealisasi 8,38 kilometer dan kembali direncanakan pada tahun anggaran berikutnya.
Sementara itu, pemeliharaan rutin jalan pada 2024 menargetkan 29,66 kilometer, dengan realisasi 29,17 kilometer. Bahkan, tercatat empat ruas jalan sama sekali tidak dapat dilaksanakan karena akses menuju lokasi terputus akibat bencana.
Pada tahun 2025, pemerintah kembali menganggarkan belanja modal jalan sebesar Rp95.063.308.863. Hingga semester pertama, realisasi baru mencapai Rp14.633.368.524, dengan sisa anggaran semester kedua sebesar Rp80.429.940.339 (prognosis).
Namun ironisnya, meski angka anggaran terus meningkat dari tahun ke tahun, kondisi jalan di banyak wilayah Kabupaten Sukabumi masih memprihatinkan. Jalan rusak, berlubang, dan minim perawatan masih menjadi keluhan utama masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan jalur penghubung antar kecamatan.
Menurut informasi yang didapat awak media dari seseorang perangkat desa yang berinisial (L) via sambungan telepon seluler WhatsApp, “bahwa pada tahun 2025 ada juga pekerjaan jalan beton kurang lebih 300 meter, tepatnya di Kp. Cibinong, Ds. Bojong Tipar,” ungkapnya.
Situasi ini memunculkan sorotan tajam publik terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek infrastruktur jalan. Alasan bencana alam memang tidak dapat dihindari, namun berulangnya proyek gagal dan penundaan pelaksanaan menimbulkan kesan bahwa manfaat anggaran besar tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Masyarakat kini menanti bukan sekadar laporan angka realisasi, melainkan perbaikan nyata yang bisa dilalui dengan aman dan nyaman, serta komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas infrastruktur. Namun, sampai berita ini ditayangkan, Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi belum menjawab konfirmasi via WhatsApp kepada awak media.
(SP, DON)
