Sumenep – JAGAT BATARA. Perjalanan Kapal Perintis 74 yang melayani rute Pelabuhan Batu Guluk menuju Pelabuhan Kalianget kembali menjadi sorotan. Kapal yang diberangkatkan pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB itu hingga Senin pagi, 8 Februari 2026 pukul 07.39 WIB, belum juga tiba di pelabuhan tujuan.
Sepanjang malam hingga pagi hari, kapal terus melaju di perairan dengan kecepatan terbatas. Durasi pelayaran yang jauh lebih lama dari biasanya membuat perjalanan ini dinilai lamban oleh sebagian penumpang maupun pihak keluarga yang menunggu di Kalianget.
Di atas kapal, penumpang harus bertahan selama berjam-jam, sebagian memilih beristirahat di dek, sementara lainnya tetap terjaga menanti tanda-tanda kapal akan segera merapat. Waktu tempuh yang memanjang ini menimbulkan kekhawatiran, meski hingga saat ini tidak dilaporkan adanya kondisi darurat.
Lambannya pelayaran Kapal Perintis 74 diduga kuat dipengaruhi oleh kondisi cuaca laut yang belum sepenuhnya bersahabat. Angin kencang dan gelombang yang cukup tinggi memaksa kapal berlayar dengan kehati-hatian ekstra demi keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak operator kapal maupun otoritas pelabuhan terkait penyebab pasti keterlambatan tersebut. Namun, faktor keselamatan disebut menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kecepatan pelayaran.
Kapal Perintis merupakan moda transportasi vital bagi masyarakat kepulauan. Selain mengangkut penumpang, kapal ini juga membawa kebutuhan logistik dan hasil bumi warga. Karena itu, setiap keterlambatan perjalanan berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Meski dinilai lamban, para penumpang berharap Kapal Perintis 74 dapat tiba di Pelabuhan Kalianget dengan selamat. Di tengah cuaca laut yang tak menentu, keselamatan tetap menjadi harapan utama, sembari menunggu adanya evaluasi agar layanan pelayaran ke depan dapat lebih optimal.
(M/Y)
