Headlines

Tragedi Bekasi Timur: Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Tewaskan 15 Penumpang

Screenshot 2026 04 29 094009

Bekasi – JAGAT BATARA. Kecelakaan tragis antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04) malam menelan korban jiwa. Hingga Selasa (28/04), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 15 orang.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa total korban mencapai 91 orang, dengan rincian 76 orang selamat dan 15 orang meninggal dunia. Dari jumlah korban tewas tersebut, 10 di antaranya telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, puluhan korban luka-luka masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Seluruh korban, baik meninggal maupun luka-luka, diketahui merupakan penumpang KRL berjenis kelamin perempuan. Hal ini disebabkan gerbong yang paling terdampak adalah gerbong khusus perempuan. Di sisi lain, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Screenshot 2026 04 29 094118

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, memastikan proses evakuasi telah selesai pada Selasa (28/04) pukul 08.00 WIB. Ia menegaskan tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta, dan seluruh tim SAR telah kembali ke markas masing-masing.

Proses evakuasi berlangsung intensif sejak dini hari dengan sedikitnya enam kali upaya penyelamatan. Tim SAR berhasil mengevakuasi korban meninggal maupun selamat secara bertahap, termasuk beberapa korban yang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dari sisi operator, Vice President Corporate Communication PT KAI (Kereta Api Indonesia), Anne Purba, menyampaikan duka mendalam serta permohonan maaf kepada para pelanggan. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik, khususnya penumpang KRL yang terdampak.

Kronologi kejadian, menurut Manager Humas Daop 1 KAI, Franoto Wibowo, bermula saat KRL Commuter Line menabrak sebuah taksi di perlintasan rel sekitar pukul 20.40 WIB. Insiden tersebut menyebabkan KRL terhenti di stasiun. Dalam kondisi berhenti, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya kemudian menabrak KRL dari belakang.

Kesaksian penumpang menguatkan kronologi tersebut. Seorang penumpang bernama Munir menyebut bahwa kereta yang ditumpanginya berhenti cukup lama akibat adanya taksi yang melintang di rel setelah tertemper KRL lain. Saat menunggu di stasiun, KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menghantam rangkaian KRL hingga menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong perempuan di bagian belakang.

Screenshot 2026 04 29 094209

Sejumlah saksi mata juga menggambarkan dahsyatnya benturan. Gerbong khusus perempuan disebut mengalami kerusakan paling parah, bahkan hingga “setengah dimasuki” bagian depan kereta jarak jauh. Kepanikan pun terjadi di dalam gerbong, dengan penumpang berteriak dan berusaha menyelamatkan diri.

Penyebab pasti kecelakaan hingga kini masih dalam penyelidikan. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyebut dugaan awal mengarah pada gangguan sistem perkeretaapian akibat insiden taksi yang tertemper KRL di perlintasan dekat stasiun.

Perusahaan Green SM Indonesia juga telah mengonfirmasi bahwa taksi yang terlibat merupakan armadanya, dan menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi.

Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sebagaimana disampaikan pihak KAI dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi peningkatan keselamatan transportasi.

Akibat insiden ini, operasional kereta api turut terdampak. Sebanyak 27 perjalanan kereta jarak jauh dibatalkan pada Selasa (28/04). Selain itu, layanan KRL dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi, sehingga rute menuju Cikarang untuk sementara tidak beroperasi. Sejumlah perjalanan kereta juga mengalami perubahan pola operasi guna menyesuaikan kondisi di lapangan.

Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian yang menimbulkan korban besar, sekaligus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait dalam meningkatkan aspek keselamatan transportasi publik.

Syf/AKY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *