Sukabumi – JAGAT BATARA. Rabu, 11 Februari 2026. Peringatan Hari Nelayan Nasional (HNN) ke-66 Tahun 2026 dipastikan akan menjadi salah satu agenda maritim terbesar di Jawa Barat. Dipusatkan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, rangkaian kegiatan akan berlangsung selama dua bulan penuh, mulai 1 April hingga 31 Mei 2026.
Ketua Umum HNN ke-66, Pepen Supendi, mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, komunitas, serta insan maritim untuk berkolaborasi menyukseskan agenda nasional tersebut. Baginya, Hari Nelayan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk mengangkat martabat nelayan sekaligus memperkuat posisi Sukabumi sebagai ikon wisata bahari nasional.
“Ini bukan hanya perayaan, tetapi panggung besar untuk menunjukkan bahwa nelayan adalah pilar ketahanan pangan dan ekonomi maritim Indonesia,” tegas Pepen Supendi saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.
Terpilih Secara Aklamasi, Rekam Jejak Jadi Pertimbangan
Pepen Supendi resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum HNN ke-66 pada Jumat, 9 Januari 2026. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Sejak 2025, ia telah dipercaya sebagai Sekretaris Umum HNN di Palabuhanratu dan dinilai berhasil mengoordinasikan berbagai unsur kepanitiaan serta stakeholder.
Penunjukan secara aklamasi mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari berbagai unsur yang terlibat. Pengalaman, jaringan lintas sektor, serta konsistensinya dalam kegiatan sosial dan kemaritiman menjadi faktor utama yang menguatkan mandat tersebut.

“Alhamdulillah, amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya sangat membutuhkan dukungan semua pihak agar seluruh rangkaian acara berjalan sukses,” ujarnya.
Aktivis Lintas Sektor dengan 15 Jabatan Strategis
Pepen Supendi yang akrab disapa Cobra dikenal sebagai figur aktivis lintas sektor. Ia tercatat mengemban 15 jabatan strategis di berbagai bidang, mulai dari sosial, hukum, seni budaya, media, hingga organisasi kemaritiman.
Di antaranya sebagai Pimpinan Sawios Entertainment, Ketua Umum KASEP Sukabumi Raya, pengurus Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Wakil Ketua DPW Jawa Barat Komite Anti Korupsi Indonesia, hingga Ketua DPC FSP Maritim Indonesia Palabuhanratu. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Hari Nelayan Nasional 2026.
Menurut Pepen, seluruh jabatan tersebut merupakan amanah.
“Lima belas jabatan ini hanyalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, semata-mata untuk menggapai rida Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.
Namun, banyaknya peran strategis yang diemban juga menjadi sorotan publik. Tantangan manajerial dan efektivitas kepemimpinan menjadi ujian tersendiri, terutama dalam mengawal agenda sebesar HNN yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, komunitas nelayan, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata.

HNN 2026 dan Strategi Penguatan Wisata Bahari
Palabuhanratu dipilih sebagai pusat kegiatan bukan tanpa pertimbangan. Kawasan ini dikenal memiliki potensi bahari yang kuat mulai dari perikanan tangkap, budaya nelayan, hingga daya tarik wisata pantai yang sudah dikenal secara nasional.
HNN ke-66 diharapkan menjadi katalis percepatan promosi wisata bahari Sukabumi. Selain seremoni, agenda yang dirancang disebut akan mencakup kegiatan budaya, ekonomi kreatif, edukasi kemaritiman, hingga pemberdayaan nelayan.
“Saya berharap event ini mampu mengangkat potensi wisata Sukabumi, khususnya sektor bahari, agar semakin dikenal di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Pepen.
Dengan waktu persiapan yang relatif panjang dan dukungan lintas sektor, HNN ke-66 menjadi ujian sekaligus peluang bagi Sukabumi untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat perayaan maritim berskala nasional. Publik kini menantikan realisasi program yang tidak hanya meriah secara seremoni, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan nelayan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sukma
