SUKABUMI – JAGAT BATARA. Terletak di wilayah subur Kecamatan Kebonpedes, Desa Bojongsawah kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu lumbung ekonomi mandiri di Kabupaten Sukabumi. Mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan semangat pemberdayaan masyarakat, desa ini berhasil mengubah potensi perikanan air tawar dan pertanian menjadi penggerak utama kesejahteraan warga.
Sektor Perikanan: Primadona Ekonomi Masyarakat
Memasuki wilayah Desa Bojongsawah, pengunjung akan disuguhi pemandangan kolam-kolam ikan yang tertata rapi di pekarangan maupun lahan luas milik warga. Sektor perikanan air tawar—khususnya budidaya ikan lele, nila, dan bawal—telah menjadi tulang punggung ekonomi desa.
Budidaya ini bukan sekadar aktivitas sampingan. Melalui berbagai program pemberdayaan, masyarakat didorong untuk mengelola perikanan secara profesional. Melimpahnya pasokan air dan dukungan iklim mikro di Kebonpedes membuat kualitas ikan dari Bojongsawah dikenal unggul dan mampu memenuhi permintaan pasar baik di lokal Sukabumi maupun daerah sekitarnya.

Kesuburan Tanah dan Keberagaman Hortikultura
Selain gemercik air kolam, hamparan hijau lahan pertanian juga menjadi identitas yang tak terpisahkan. Desa Bojongsawah memanfaatkan kesuburan tanah Kecamatan Kebonpedes untuk memproduksi berbagai komoditas hortikultura. Berbagai jenis sayuran segar tumbuh subur di sini, membuktikan bahwa sinergi antara peternak ikan dan petani sayur menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh.
“Kami melihat potensi alam sebagai amanah yang harus dikelola. Dengan mengoptimalkan perikanan dan pertanian, kami ingin memastikan bahwa ekonomi desa berputar dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Lokasi Strategis dan Pusat Edukasi
Letak Desa Bojongsawah yang strategis di dalam lingkup administratif Kecamatan Kebonpedes memberikan keuntungan aksesibilitas. Dukungan infrastruktur dan pembangunan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan menjadikan desa ini sebagai magnet bagi para akademisi dan praktisi pembangunan.
Tak heran, Bojongsawah seringkali dipilih menjadi lokasi fokus Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi serta pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Para mahasiswa dan peneliti datang untuk belajar sekaligus berkolaborasi dalam mengembangkan inovasi teknologi tepat guna, seperti sistem pengairan kolam yang lebih efisien atau teknik pemupukan organik untuk hortikultura.
Menuju Desa Mandiri
Pemerintah desa bersama masyarakat terus berupaya memperkuat branding Bojongsawah sebagai “Desa Mandiri Berbasis Agribisnis”. Dengan integrasi antara perikanan air tawar dan pertanian yang kuat, Desa Bojongsawah bukan hanya menjadi penyedia pangan bagi Sukabumi, tetapi juga menjadi model percontohan pembangunan ekonomi desa yang berhasil memanfaatkan kearifan lokal dan potensi alam secara maksimal.
Bagi Anda yang ingin melihat langsung bagaimana kemandirian pangan dibangun dari level akar rumput, Desa Bojongsawah di Kecamatan Kebonpedes adalah bukti nyata bahwa inovasi dan alam dapat berjalan beriringan demi masa depan yang lebih sejahtera.
