Headlines

KPK Buka Kunjungan Lebaran, Potret Humanisasi Tahanan di Tengah Proses Hukum

WhatsApp Image 2026 03 21 at 9.48.06 PM

Jakarta – JAGAT BATARA. Minggu, 22 Maret 2026. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka layanan kunjungan khusus bagi para tahanan dalam rangka perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Momentum hari raya ini dimanfaatkan keluarga dan kerabat untuk menjalin kembali interaksi langsung dengan para tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Pantauan di lokasi pada Sabtu pagi menunjukkan antrean keluarga sudah terbentuk sejak sebelum pukul 10.00 WIB. Proses registrasi berlangsung tertib dengan pengawasan ketat. Setiap barang bawaan, terutama makanan, diperiksa secara menyeluruh oleh petugas rutan guna memastikan standar keamanan tetap terjaga.

Sejumlah keluarga dari tahanan kasus korupsi turut hadir, di antaranya kerabat Bupati Pati nonaktif Sudewo, Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, hingga Direktur Utama Inhutani V, Dicky Yuana Rady. Kehadiran keluarga-keluarga ini menegaskan dimensi personal yang tetap melekat di tengah proses hukum yang berjalan.

Salah satu pengunjung, Riyan Ahmad Radi (26), anak dari Dicky Yuana Rady, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memastikan kondisi ayahnya. Ia mengaku waktu pertemuan yang terbatas, sekitar 30 menit, tetap dimanfaatkan secara maksimal.

“Saya habis besuk sama kakak buat ke ayah. Ayah saya sudah hampir setahun di rutan. Tadi sempat ketemu sekitar setengah jam karena bergantian dengan keluarga lain,” ujar Riyan.

Ia menambahkan bahwa kondisi ayahnya dalam keadaan baik dan proses hukum yang dijalani berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Sementara itu, tidak semua keluarga bersedia memberikan keterangan kepada media. Beberapa memilih langsung memasuki area kunjungan tanpa merespons pertanyaan wartawan, mencerminkan sensitivitas situasi yang dihadapi.

Fasilitas Kunjungan dan Ibadah

KPK mencatat total 81 tahanan yang saat ini berada di dua lokasi rutan, yakni Gedung Merah Putih dan Gedung C1. Dari jumlah tersebut, 67 orang beragama Islam dan difasilitasi untuk melaksanakan Salat Id yang digelar sejak pukul 06.30 WIB.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa layanan kunjungan tatap muka dibuka mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Selain itu, layanan pengantaran makanan dibuka sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Menurut Budi, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen KPK dalam menjunjung prinsip hak asasi manusia (HAM), tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan integritas proses hukum.

“Proses penegakan hukum yang dijalankan tidak mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, melainkan berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dasar setiap individu,” ujarnya.

Antara Penegakan Hukum dan Dimensi Kemanusiaan

Momentum Lebaran di Rutan KPK menghadirkan irisan antara penegakan hukum dan sisi humanis yang jarang tersorot. Di satu sisi, para tahanan tengah menjalani proses hukum atas dugaan korupsi yang merugikan negara. Di sisi lain, mereka tetap memiliki hak untuk terhubung dengan keluarga, terutama pada hari besar keagamaan.

Pengaturan waktu kunjungan yang terbatas serta pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan menunjukkan bahwa pendekatan humanisasi tetap berada dalam koridor keamanan. Hal ini sekaligus menjadi refleksi bahwa sistem peradilan tidak semata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Lebih jauh, praktik ini memperlihatkan upaya institusi dalam menjaga keseimbangan antara integritas penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak-hak dasar tahanan—sebuah pendekatan yang kerap menjadi sorotan dalam tata kelola lembaga penegak hukum modern.

SP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *