Sragen – JAGAT BATARA. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Tim Jagat Batara di sejumlah wilayah hukum Polres Sragen, Polda Jawa Tengah, ditemukan informasi mengenai dugaan masih berlangsungnya praktik perjudian sabung ayam di Dusun Wotan, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Informasi awal diperoleh dari seorang narasumber berinisial K (50), yang mengaku kerap mengikuti kegiatan tersebut. Kepada awak media pada 24 Juni 2026, K menyampaikan bahwa aktivitas sabung ayam diduga berlangsung hampir setiap hari dan dihadiri para penghobi sabung ayam dari berbagai wilayah di Kabupaten Sragen.
Menurut K, arena sabung ayam tersebut berada di kawasan pinggir sungai di Dusun Wotan. Ia menyebut praktik tersebut telah berlangsung secara terorganisir dengan adanya panitia yang mengatur jalannya kegiatan. Untuk pertandingan yang diikuti pemain lokal, nilai taruhan disebut berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000.
“Lokasi sabung ayam berada di pinggir kali di Dusun Wotan. Taruhan berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000. Kegiatan itu sudah terorganisir dengan adanya panitia. Saya juga mendengar ada dugaan keterlibatan oknum TNI dan aparat penegak hukum (APH), sehingga menurut informasi yang beredar, kegiatan tersebut berjalan dengan aman,” ujar K.
Pernyataan tersebut masih sebatas keterangan narasumber dan hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen oleh awak media.
Selain itu, K mengklaim arena tersebut tidak hanya didatangi peserta dari wilayah Sragen, tetapi juga dari berbagai daerah lain, bahkan dari luar Pulau Jawa. Menurut keterangannya, pertandingan yang melibatkan peserta luar daerah umumnya digelar setiap Sabtu dan Minggu dengan nilai taruhan yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.
“Taruhan paling kecil sekitar Rp20 juta. Bahkan saya pernah mendengar ada yang mengalami kekalahan hingga Rp1 miliar. Peserta dari luar daerah sebagian merupakan kalangan pengusaha,” kata K.
Keterangan serupa disampaikan narasumber lain berinisial I (54). Ia menyatakan bahwa aktivitas sabung ayam untuk pemain lokal diduga berlangsung secara bergantian. Menurutnya, pada hari tertentu arena dipadati peserta, sementara pada hari berikutnya kegiatan dapat berhenti sebelum kembali berlangsung sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Untuk pemain lokal Sragen, taruhan berkisar Rp500.000 hingga Rp600.000, bahkan ada yang mencapai Rp1.000.000. Nilai tersebut masih dianggap terjangkau bagi kalangan penghobi sabung ayam,” ujar I.
Lebih lanjut, I mengklaim bahwa peserta dari luar daerah, termasuk dari Sulawesi, memperoleh fasilitas dari panitia sebelum pertandingan dilaksanakan. Ia menyebut para peserta biasanya telah berada di lokasi sekitar satu minggu sebelum pertandingan agar ayam yang dibawa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.
“Peserta dari luar daerah biasanya sudah datang sekitar satu minggu sebelumnya. Panitia menyediakan penginapan agar ayam yang dibawa dapat beradaptasi. Saat pertandingan, taruhan yang terlihat oleh pengunjung dimulai dari sekitar Rp20 juta, sedangkan taruhan yang lebih besar disebut dilakukan oleh kalangan tertentu,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Tim Jagat Batara belum memperoleh konfirmasi maupun keterangan resmi dari pihak penyelenggara yang disebut dalam informasi para narasumber.
Selain itu, awak media juga masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari Polres Sragen maupun Polda Jawa Tengah terkait dugaan adanya aktivitas perjudian sabung ayam di Dusun Wotan, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik, Jagat Batara akan terus berupaya meminta konfirmasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, termasuk pihak kepolisian, aparat TNI apabila diperlukan, serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan informasi tersebut.
(HSN)
