SUKABUMI — JAGAT BATARA. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak (track record) Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026, Rabu (18/2/2026).
Pengumuman tersebut tertuang dalam dua dokumen resmi Panitia Seleksi (Pansel) yang ditandatangani Ketua Pansel, H. Ade Suryaman, S.H., M.M. Dokumen bernomor 800.1.2.6/15/Pansel-JPT/2026 memuat hasil seleksi administrasi, sedangkan dokumen bernomor 800.1.2.6/18/Pansel-JPT/2026 berisi hasil seleksi administrasi lanjutan berupa penelusuran rekam jejak.
Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Teja Sumirat, S.T., M.M., menegaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara terbuka, objektif, dan akuntabel sebagai bagian dari implementasi reformasi birokrasi dan sistem merit.
“Seleksi JPT Pratama ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem merit. Pejabat yang terpilih harus memiliki kompetensi, integritas, serta rekam jejak yang baik,” ujarnya.
Untuk formasi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), lima peserta dinyatakan memenuhi syarat administrasi dengan hasil rekam jejak sebagai berikut:
- Deni Yudono, S.K.M., M.M. – Nilai 95,85 (Camat Palabuhanratu)
- Redi Trisna Sanjaya, S.I.P., M.Si. – Nilai 91,41 (Sekretaris Disdukcapil)
- Tana Indra Permana, S.Kep., Ners., M.M. – Nilai 83,80 (Sekretaris Dishub)
- Arianja Hasbulwafi, S.T., M.A.P. – Nilai 82,77 (Sekretaris Satpol PP)
- Mulyadi, S.Pd.I., M.Si. – Nilai 76,88 (Camat Cibadak)
Sementara itu, Anita Mulyani, M.Pd. (Sekretaris Damkar dan Penyelamatan), dinyatakan tidak memenuhi syarat karena dokumen tidak lengkap.
Untuk jabatan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, tiga peserta teratas dengan nilai rekam jejak tertinggi adalah:
- Dadang Rustandi, S.H., S.T., M.A. – Nilai 97,14 (Sekretaris Disperkim)
- Dr. Sugihartto, S.Psi., M.M. – Nilai 95,21 (Kabag Organisasi Setda)
- Dr. Khusyairin, S.Pd., M.M. – Nilai 91,89 (Kabag Kerja Sama Setda)
Selain itu, sejumlah nama lain juga tercatat dalam urutan nilai rekam jejak berikutnya, di antaranya Antono (Camat Nyalindung), H. Denis Eriska (Sekretaris Dinas Pertanian), Gandi Lesmana (Sekretaris Diskop UKM), Hj. Ratu Badrijawati (Camat Sukalarang), dr. Rika Mutiara Sukanda (Sekretaris DP3A), Susandikrilah (Camat Sukabumi), Yeni Astriyani (Sekretaris DPPKB), dan Yulianthi Suminar (Kabag Prokompim Setda).
Adapun Dr. Panji Pratama (Guru SMAN 1 Nagrak) dinyatakan tidak memenuhi syarat karena dokumen tidak lengkap.
Untuk jabatan Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, tiga peserta dinyatakan memenuhi syarat administrasi:
- Ganjar Anugrah, S.I.P., M.Si. – Nilai 98,29 (Sekretaris BKPSDM)
- Dr. Andri Mauladi – Nilai 85,16 (Sekretaris Kecamatan Cicantayan)
- Encep Iwan Kartawiria – Nilai 75,58 (Camat Kadudampit)
Sementara peserta lainnya dalam urutan nilai rekam jejak berikutnya adalah Encep Iskandar (Camat Tegalbuleud), Hodan Pirmansyah (Camat Cibitung), dan Rukman Taufik (Camat Parakansalak).
Widiasih Kartika Sari (Kemenag) dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak sesuai dengan ketentuan persyaratan.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan rekam jejak akan mengikuti Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural (assessment) pada:
- Hari/Tanggal: Senin–Selasa, 23–24 Februari 2026
- Waktu: Pukul 08.00 WIB – selesai
- Tempat: BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Kadupugur Km 10,4 Cicantayan
Peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan.
Teja Sumirat menambahkan bahwa publikasi lengkap hasil seleksi ini merupakan bentuk transparansi pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Dengan keterbukaan ini, masyarakat bisa mengawasi langsung proses pengisian jabatan strategis. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi,” tegasnya.
Seleksi terbuka JPT Pratama 2026 ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menghadirkan aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta siap mendukung agenda nasional menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.
Dengan tahapan berikutnya segera bergulir, publik kini menanti siapa figur yang tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga mampu membuktikan kapasitas kepemimpinan dalam praktik birokrasi yang semakin menuntut akuntabilitas dan kinerja nyata.
(MP)
