Sukabumi — JAGAT BATARA. Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cikidang untuk periode 2027–2035 mulai menarik perhatian masyarakat. Kendati tahapan resmi pemilihan masih menunggu agenda serta ketentuan dari pemerintah daerah, dinamika politik di tingkat desa mulai terasa dengan bermunculannya sejumlah figur yang disebut-sebut berpotensi maju dalam kontestasi.
Bursa calon kepala desa pun mulai menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kemungkinan pencalonan, sementara figur lainnya masih memilih melihat perkembangan situasi dan menyerap aspirasi sebelum menentukan sikap secara resmi.
Desa Cikidang memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu kawasan perkotaan di Kecamatan Cikidang. Selain memiliki aktivitas perdagangan dan jasa, wilayah ini juga menyimpan potensi ekonomi yang cukup beragam, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata hingga perkebunan.
Keberadaan perusahaan perkebunan seperti PTPN Sukamaju dan Cibungur, serta PT Panyindangan yang disebut telah diakuisisi oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk, turut menjadi bagian dari lanskap ekonomi yang dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap pembangunan desa.
Potensi Ekonomi dan Tantangan Tata Kelola Desa
Besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Cikidang sekaligus menghadirkan tantangan bagi pemerintahan desa ke depan.
Kepala desa nantinya tidak hanya dituntut mampu menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga harus memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan dunia usaha serta mengoptimalkan potensi desa untuk kepentingan masyarakat.
Dalam dinamika menuju Pilkades 2027–2035, isu mengenai tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) juga mulai menjadi salah satu topik yang diperbincangkan.
Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh bahwa kontribusi perusahaan terhadap masyarakat desa harus berjalan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang transparan.
Demikian pula dengan pengelolaan tanah berstatus Hak Guna Usaha (HGU). Termasuk apabila terdapat kewajiban terkait kemitraan atau plasma, pelaksanaannya perlu mengacu pada ketentuan pemerintah serta status masing-masing perusahaan.
Karena itu, isu pengelolaan sumber daya alam, hubungan antara desa dan perusahaan, transparansi CSR, hingga peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat diperkirakan menjadi bagian penting dalam diskursus pembangunan Cikidang ke depan.
Rijwan Abdurrahman Mulai Tampilkan Keseriusan
Di tengah dinamika tersebut, nama Rijwan Abdurrahman mulai mencuat sebagai salah satu figur muda yang digadang-gadang akan ikut bertarung dalam Pilkades Cikidang.
Sebelumnya, baliho deklarasi Rijwan Abdurrahman telah beredar di sejumlah titik di tengah masyarakat. Dalam deklarasinya, ia mengusung tagline “Bersama Membangun Desa Maju, Mandiri & Sejahtera.”
Pesan yang dibawa Rijwan menekankan cita-cita untuk mewujudkan Desa Cikidang yang berdaya saing dan berakhlak mulia melalui tata kelola pemerintahan yang bersih serta transparan.
Kemunculan figur muda tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dinamika Pilkades Cikidang mulai diwarnai gagasan mengenai pembaruan tata kelola pemerintahan desa.
Kontestasi tidak hanya berkaitan dengan persoalan pergantian kepemimpinan, tetapi juga mulai menyentuh gagasan mengenai bagaimana pemerintahan desa ke depan dapat dikelola secara lebih terbuka dan mampu mendorong kemajuan masyarakat.

Nandang Sujana Masih Tunggu Dinamika
Selain Rijwan Abdurrahman, nama Nandang Sujana, yang dikenal dengan sapaan Anemer Nandang, juga menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa Pilkades Cikidang.
Dorongan dari sejumlah tokoh pemuda, tokoh agama, dan masyarakat disebut terus mengarah kepadanya agar ikut mengambil bagian dalam kontestasi tersebut.
Namun, Nandang masih memilih bersikap hati-hati. Hingga saat ini, ia belum memberikan kepastian mengenai pencalonannya.
“Saat ini saya belum bisa menyatakan maju atau tidak, kita tunggu saja,” ujarnya ketika dimintai keterangan terkait dorongan masyarakat.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa peta politik Pilkades Cikidang masih sangat dinamis.
Sikap menunggu perkembangan juga memberikan ruang bagi para kandidat potensial untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan politik secara resmi.
Sejumlah Nama Lain Mulai Diperbincangkan
Tokoh pemuda Desa Cikidang, Wahyu Irwan, menyebut bahwa selain Rijwan Abdurrahman dan Nandang Sujana, terdapat sejumlah nama lain yang mulai ramai diperbincangkan masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah H. Budi, Uus, dan Juki.
Kemunculan sejumlah nama tersebut membuat bursa Pilkades Cikidang berpotensi semakin kompetitif.
Meski demikian, siapa saja yang nantinya benar-benar akan mendaftarkan diri tetap harus menunggu tahapan resmi pencalonan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, nama-nama yang saat ini menjadi pembicaraan masyarakat belum secara otomatis dapat dipastikan sebagai peserta Pilkades sebelum proses dan tahapan resmi pencalonan berlangsung.

Masyarakat Menanti Gagasan, Bukan Sekadar Figur
Lebih jauh, Pilkades Cikidang tidak semestinya hanya dipandang sebagai pertarungan antarfigur.
Dengan potensi ekonomi dan sumber daya yang dimiliki, masyarakat membutuhkan pemimpin desa yang mampu menerjemahkan berbagai potensi tersebut menjadi program pembangunan yang nyata.
Pertanyaan mendasarnya adalah bagaimana pemerintahan desa nantinya mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa, membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, mengembangkan sektor pertanian dan pariwisata, serta membangun pola kemitraan yang sehat dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah desa.
Selain itu, transparansi pengelolaan anggaran desa, keterbukaan informasi publik, kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta keberpihakan terhadap kelompok ekonomi kecil juga menjadi indikator penting yang semestinya menjadi bahan pertimbangan para pemilih.
Dengan berbagai tantangan tersebut, masyarakat Cikidang diharapkan dapat menilai para kandidat tidak hanya berdasarkan popularitas atau banyaknya dukungan, tetapi juga berdasarkan rekam jejak, integritas, kapasitas, program, serta kemampuan merealisasikan janji pembangunan.
Pilkades Cikidang periode 2027–2035 kini mulai menjadi magnet politik di tingkat desa.
Sejumlah nama telah muncul, sementara sebagian lainnya masih menunggu momentum dan perkembangan situasi sebelum menentukan sikap.
Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menentukan siapa yang dianggap paling mampu membawa perubahan bagi Desa Cikidang.
Sejarah Desa Cikidang ke depan bukan hanya akan mencatat siapa yang memenangkan Pilkades, tetapi juga siapa yang mampu mengubah mandat masyarakat menjadi pembangunan yang benar-benar dirasakan warga.
(Sukma)
