Perampokan Toko Emas di Jalan Sultan Agung Jember Jadi Evaluasi Keamanan Utama di Pusat Kota

WhatsApp Image 2026 10 26 at 16.18.40

Jember – JAGAT BATARA, Senin, 26 Oktober 2026. Terjadinya kasus perampokan toko emas yang mengembat uang pecahan 100 dolar Singapura, dengan total kerugian sekitar Rp300 juta, menjadi tragedi yang cukup mengejutkan bagi warga Jember. Apalagi, pelaku bertindak kriminal saat pagi hari. Kasus ini secara otomatis mengancam keamanan di Jember.

Musibah perampokan berdarah di Toko Emas Murni, di Jalan Sultan Agung, Kamis (22/10/2026) lalu, patut menjadi contoh dan evaluasi agar ke depan pusat kota Jember aman dari tindakan kriminal.

Namun, jika penegakan dari setiap pemilik usaha serta pencegahan dari penegak hukum tidak dimaksimalkan, maka ancaman keamanan Jember ke depannya bisa benar-benar terjadi lagi. Untuk itu, perlu langkah pengamanan dari pemilik usaha itu sendiri maupun langkah penegakan terhadap tindakan kriminal dari penegak hukum.

Salah satu pengelola toko, yaitu Sutejo, mengatakan, menjaga keamanan toko bukan sekadar memastikan pintu terkunci saat tutup. Pengelola juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan, aktivitas orang yang keluar-masuk, hingga perlindungan barang dagangan. Terlebih bagi toko yang berada di kawasan relatif sepi, kewaspadaan menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha sehari-hari.

Selain itu, menilai keamanan perlu menjadi perhatian sejak awal operasional. Kondisi sekitar yang terkadang lengang membuat pengelola harus lebih jeli mengawasi situasi. Apalagi, toko yang menyimpan barang bernilai tinggi membutuhkan perlindungan lebih agar aktivitas usaha berjalan dengan tenang.

“Kalau soal keamanan, kami tentu harus selalu waspada. Apalagi kalau kondisi sedang sepi,” ujar Yudi.

Dia pun tak habis pikir dengan insiden yang terjadi di toko emas yang ada di Jalan Sultan Agung. Yudi menyebut, salah satu perangkat yang bisa membantu pengawasan adalah kamera CCTV. Dengan kamera yang ditempatkan pada titik strategis, pengelola dapat memantau aktivitas di dalam maupun sekitar toko. Rekaman CCTV juga dapat membantu ketika diperlukan penelusuran terhadap kejadian tertentu.

Namun, kamera pengawas bukan satu-satunya perlindungan. Kondisi etalase juga perlu diperhatikan, terutama jika digunakan untuk menyimpan barang berharga. Pelindung besi dapat menjadi penghalang fisik agar barang dagangan tidak dijangkau orang dari luar,” katanya.

Selain memasang perangkat keamanan, pengelola perlu memastikan akses keluar-masuk toko tetap terkontrol. Baginya, keamanan menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan, baik di wilayah ramai maupun sepi.

CCTV membantu memantau situasi, besi etalase memberikan perlindungan fisik, sedangkan pengawasan langsung membantu mengantisipasi keadaan yang mencurigakan.

“Kalau saya ada karyawan, jadi saya fokusnya memantau aktivitas di layar,” pungkasnya.

(Dang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *