Jember – JAGAT BATARA. Kamis, 22 Oktober 2026. Penyerangan menggunakan senjata tajam terjadi di Toko Emas Murni, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (22/10/2026) pagi. Dua korban, yang merupakan ibu dan anak, mengalami luka dan harus menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi Jember.
Kedua korban diketahui bernama Lili Liong (70) dan Ayong (40). Peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut diduga berkaitan dengan aksi perampokan.
Selain kedua korban, sejumlah pegawai toko turut mengalami kepanikan ketika mengetahui adanya ancaman. Mereka berusaha meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan.
Siti mengaku sempat melihat senjata tajam yang dibawa salah seorang terduga pelaku. Merasa terancam, ia kemudian melarikan diri bersama rekannya.
“Saya sempat melihat ada yang membawa senjata tajam. Teman saya kemudian mengajak lari karena khawatir terjadi sesuatu. ‘Mbak gowo lading (pisau), ayo mlayu (ayo lari),’ tuturnya.
Menurut Siti, kedua orang yang diduga terlibat mengenakan masker hitam dan jaket bertudung. Namun, ia tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai identitas maupun ciri-ciri lain keduanya.
Pegawai lainnya, Riska Suciati (41), mengaku tidak mengetahui secara rinci bagaimana penyerangan berlangsung. Saat kejadian, ia langsung melarikan diri bersama temannya untuk menghindari ancaman.
“Saya tadi berada di dalam toko. Yang saya tahu, ada dua korban, anak pemilik toko dan ibunya. Saya tidak tahu detail kejadiannya karena langsung lari bersama teman untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga,” kata Riska.
Sementara itu, Rudi Sutedjo, warga yang mendatangi toko setelah mendengar keributan, mengaku melihat kedua korban mengalami luka hingga mengeluarkan darah.
“Saya kira ada apa? Kok tiba-tiba ada mobil keluar dan terdengar suara benda terbanting. Saya langsung ke lokasi. Ternyata ada dua orang yang dibacok. Satu di depan pintu, satunya lagi di dalam toko,” ungkap Rudi.
Kedua korban kemudian menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi Jember. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai bagian tubuh yang terluka maupun tingkat keparahan kondisi mereka.
Setelah kejadian, dua orang yang diduga terlibat dilaporkan meninggalkan lokasi. Sucahyo, seorang pengemudi ojek daring yang berada di sekitar jalur pelarian, menyebut kendaraan yang diduga digunakan keduanya melaju ke arah timur. Informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Yunni Prasetiyo, mengatakan polisi masih melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku.
“Terkait kasus itu, sedang dilakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami bersama anggota masih mengejar pelaku. Terkait perkembangan kasus, akan kami kabari lebih lanjut,” ujarnya.
Polisi masih menyelidiki dugaan perampokan tersebut, termasuk motif kejadian dan barang yang diduga menjadi sasaran. Belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah barang tertentu berhasil dibawa dari toko.
Dugaan perampokan di Toko Emas Murni menjadi perhatian karena toko tersebut pernah mengalami kejadian serupa pada November 2022. Saat itu, perhiasan emas sekitar dua kilogram dan uang tunai Rp19 juta dilaporkan hilang.
Meski demikian, polisi belum menyampaikan adanya hubungan antara kasus terdahulu dan penyerangan terbaru ini.
(Dang)
