Headlines

Pemkab Sukabumi Siapkan Sewa Rumah hingga Relokasi Permanen untuk Korban Pergerakan Tanah Bantargadung

WhatsApp Image 2026 03 08 at 1.59.24 PM

SUKABUMI — JAGAT BATARA. Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani bencana pergerakan tanah yang melanda wilayah Kecamatan Bantargadung. Selain penanganan darurat bagi warga terdampak, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang untuk memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, mengatakan berbagai langkah penanganan darurat telah dilakukan sejak awal kejadian. Pemerintah daerah menggerakkan sejumlah perangkat daerah untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

“Penanganan jangka pendek telah kita lakukan, termasuk menggerakkan semua pihak untuk menyediakan dapur umum, obat-obatan, hingga kebutuhan mandi dan mencuci bagi warga terdampak,” ujar Ade dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Kecamatan Bantargadung, Kamis (5/3/2026).

Bantuan Sewa Rumah untuk Korban

Selain bantuan logistik, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menyiapkan skema bantuan uang sewa rumah bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.

Bantuan tersebut direncanakan berlangsung selama enam bulan ke depan agar warga memiliki waktu cukup untuk mencari tempat tinggal sementara yang lebih aman.

“Kami siapkan bantuan uang sewa rumah untuk para korban bencana. Camat kami minta untuk segera menyosialisasikan agar masyarakat terdampak bisa mencari kontrakan,” jelasnya.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko warga tetap bertahan di area rawan pergerakan tanah yang berpotensi membahayakan keselamatan.

WhatsApp Image 2026 03 08 at 1.59.51 PM

Persiapan Relokasi Hunian Tetap

Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini tengah menyiapkan rencana relokasi bagi warga terdampak. Pemerintah akan mencari dan menyiapkan lahan yang aman sebelum pembangunan hunian tetap dilakukan.

Namun, proses tersebut membutuhkan kajian teknis dan geologis terlebih dahulu untuk memastikan lokasi baru bebas dari potensi bencana serupa.

“Kami akan berusaha menyediakan hunian tetap (huntap) ataupun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ungkap Ade.

Kolaborasi Jadi Kunci Penanganan

Dalam rapat koordinasi tersebut, Sekda juga menekankan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah serta pemangku kepentingan dalam mempercepat proses penanganan bencana.

Menurutnya, tanpa koordinasi yang solid, upaya penanganan akan berjalan lambat dan berdampak pada proses pemulihan masyarakat.

“Mari kita bergerak bersama. Tanpa kolaborasi yang kuat, kita akan kerepotan dalam menangani situasi ini,” tegasnya.

Bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung sendiri menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi. Pemerintah daerah kini fokus memastikan keselamatan warga sekaligus menyiapkan langkah pemulihan yang berkelanjutan.

Sukma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *