Headlines

Demo Buruh 28 Agustus di DPR Berakhir Tertib, KSPI Ancam Lanjutkan Aksi di Daerah dan Siap Mogok Nasional

Screenshot 2025 08 29 074117

Jakarta – JAGAT BATARA. Aksi unjuk rasa buruh yang digelar di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025), berakhir tertib. Ribuan massa yang tergabung dalam berbagai elemen serikat buruh mulai membubarkan diri sejak pukul 12.50 WIB, usai menyuarakan enam tuntutan utama mereka kepada wakil rakyat.

Long March Menuju Titik Awal

Berdasarkan pantauan di lapangan, para demonstran menggelar long march dari depan Gedung DPR menuju titik kumpul awal mereka di kawasan Jalan Asia Afrika, tepatnya di depan Gedung TVRI. Aksi ini dipimpin oleh barisan Garda Metal dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), yang tampak kembali mengoordinasikan pergerakan massa dengan teratur.

Mobil komando turut mengiringi barisan di bagian tengah. Lagu perjuangan Internasionale diputar dari pengeras suara sebagai simbol semangat perjuangan kaum pekerja.

Sekitar pukul 13.00 WIB, sebagian besar buruh bergerak menuju Gelora Bung Karno (GBK), tempat bus pengangkut mereka telah diparkir. Meski mayoritas massa mulai meninggalkan lokasi, sebagian kecil kelompok buruh dari aliansi berbeda masih bertahan di depan gerbang utama DPR RI. Mereka duduk melingkar dan melanjutkan orasi secara bergantian.

Said Iqbal: Ini Baru Aksi Awalan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi di Jakarta bukanlah akhir dari perjuangan buruh, melainkan awal dari gelombang aksi yang lebih besar.

“Kami akan mengakhiri aksi ini karena ini hanya aksi awalan. Kami akan kembali ke daerah, tapi bukan untuk pulang ke rumah. Tetap lanjut aksi di daerah masing-masing,” ujar Said kepada wartawan.

Beberapa daerah yang akan menjadi lokasi lanjutan aksi disebutkan oleh Said, di antaranya:

  • Jakarta: kawasan industri Pulo Gadung,
  • Bekasi: kawasan industri Bekasi,
  • Cikarang: kawasan industri Cikarang.

Rencana Aksi Lanjutan dan Mogok Nasional

Dalam pernyataannya, Said Iqbal juga mengungkapkan bahwa buruh telah berkoordinasi dengan mahasiswa untuk menggelar aksi gabungan yang lebih besar jika DPR tidak merespons tuntutan mereka.

“Aksi ini bersama mahasiswa akan digalang lebih besar lagi bilamana DPR tidak mau mewujudkan tuntutan-tuntutan kami,” kata Said.

Tak hanya itu, KSPI menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah lebih ekstrem jika aspirasi buruh tetap diabaikan. Mogok nasional menjadi opsi serius yang disiapkan.

“Mogok nasional, stop produksi. Melumpuhkan pabrik itu akan bisa melumpuhkan ekonomi, itu akan kami pilih walaupun berat rasanya,” tegasnya.

Enam Tuntutan Buruh

Aksi buruh 28 Agustus 2025 ini membawa enam tuntutan utama yang dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah dan DPR yang dinilai merugikan pekerja:

  • Menghapus sistem outsourcing dan menolak upah murah,
  • Menghentikan pemutusan hubungan kerja (PHK),
  • Mereformasi sistem perpajakan buruh,
  • Mengesahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa skema omnibus law,
  • Mengesahkan RUU Perampasan Aset,
  • Merevisi RUU Pemilu.

Meski telah membubarkan diri, pesan dari aksi ini jelas: gerakan buruh belum usai. Ancaman aksi lanjutan dan mogok nasional menandai babak baru perlawanan serikat pekerja terhadap sistem yang mereka nilai tidak adil. Kini bola panas berada di tangan para legislator dan pemerintah untuk merespons tuntutan tersebut sebelum gelombang aksi lanjutan benar-benar meluas ke seluruh Indonesia. (K)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *