SUKABUMI – JAGAT BATARA. Tidak mudah mengelola PKBM. Karena itu, 45 Kepala PKBM se-Kabupaten Sukabumi digembleng dalam Bimtek Peningkatan Kompetensi Kepala Satuan PKBM di Hotel Sukabumi Indah, Slabintana, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, 16–17 Oktober 2026.
Kegiatan ini digagas DPD Forum Komunikasi PKBM (FK-PKBM) Kabupaten Sukabumi.
Dari 70 lembaga PKBM yang ada, 45 kepala satuan hadir untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan lembaga pendidikan nonformal tersebut.
Panitia menghadirkan narasumber kompeten lintas instansi. Mulai dari Direktur PNF dan PAUD Kemendikdasmen, Inspektorat, Pusdatin, Komisi Informasi Jabar, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, DPP APIK, UNINUS Bandung, hingga praktisi pendidikan.
Sekretaris Panitia, Ade Solihin, mengatakan kegiatan ini sengaja dirancang untuk memperkuat tata kelola PKBM agar lebih profesional dan akuntabel
Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena.
Atas nama Pemda, Deden mengapresiasi FK-PKBM sebagai organisasi mitra (Ormit) Disdik yang terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan PKBM.
“Mengelola PKBM itu tidak mudah. Butuh sumbang saran dari berbagai pihak. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan perlu terus ditingkatkan,” tegas Deden.
Di hadapan para kepala PKBM, Deden menitipkan misi besar: ikut menjaring Anak Tidak Sekolah (ATS).
Ia mengungkapkan, hingga September 2026, Disdik mencatat masih ada sekitar 46 ribu ATS di Kabupaten Sukabumi. Angka ini sebenarnya sudah turun dari data Pusdatin Kemendikdasmen sebelumnya yang mencapai 56 ribu anak.
“Pemetaan sementara, ATS kategori putus sekolah paling banyak di jenjang SMP. Faktor dominannya DO, ekonomi keluarga, dan rendahnya pemahaman orang tua akan pentingnya pendidikan,” ungkapnya.
Deden berharap, dengan peningkatan kompetensi ini, PKBM bisa menjadi garda terdepan pemerintah dalam menekan angka ATS dan memastikan tidak ada lagi anak Sukabumi yang kehilangan hak pendidikannya.
Jendricko
