Kelompok Tani Naik Kelas, Difasilitasi Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi

WhatsApp Image 2026 09 22 at 21.32.45

SukabumiJAGAT BATARA. Upaya meningkatkan kualitas dan kapasitas kelembagaan petani terus dilakukan melalui pembinaan yang lebih terarah. Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi memfasilitasi kegiatan peningkatan kapasitas dan penilaian kelembagaan kelompok tani yang dilaksanakan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purabaya bersama BPP Kecamatan Nyalindung.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di Kantor BPP Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.

Sebanyak 15 kelompok tani dari Kecamatan Purabaya dan dua kelompok tani dari Kecamatan Nyalindung mengikuti kegiatan tersebut. Penilaian menjadi bagian dari proses pembinaan untuk melihat perkembangan kelembagaan kelompok tani, sekaligus mendorong kelompok agar semakin tertib secara organisasi, produktif, mandiri, serta mampu berkembang sesuai kebutuhan anggotanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Raka Sukma Wijaya, S.TP., M.T., Koordinator BPP Purabaya, Yuyus selaku perwakilan Katimker Penyuluhan Kabupaten Sukabumi, Ena selaku perwakilan Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Budi selaku Koordinator BPP Nyalindung.

Koordinator BPP Purabaya, Raka Sukma Wijaya, menjelaskan bahwa penilaian kelompok tani tidak semestinya dipahami hanya sebagai kegiatan administratif atau sekadar menentukan kategori suatu kelompok.

Menurutnya, penilaian merupakan bagian dari pembinaan untuk mengetahui kondisi riil kelembagaan kelompok tani sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki.

“Penilaian ini bukan hanya melihat apakah administrasinya ada atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana kelompok itu berjalan, bagaimana pengurus melaksanakan tugasnya, bagaimana anggota terlibat, serta bagaimana kelompok mampu meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan anggotanya,” jelas Raka.

Ia menegaskan, keberadaan kelompok tani harus benar-benar memberikan manfaat kepada anggota dan tidak hanya aktif ketika terdapat program atau bantuan pemerintah.

Dalam kerangka Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/PERMENTAN/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani, pembinaan diarahkan untuk memperkuat kelembagaan petani sehingga mampu menjalankan fungsi organisasi dan memberikan pelayanan serta pembinaan yang lebih baik kepada anggotanya.

WhatsApp Image 2026 09 22 at 21.32.46 1

Menurut Raka, istilah “kelompok tani naik kelas” harus dimaknai sebagai proses peningkatan kapasitas kelembagaan secara bertahap.

Kelompok yang sebelumnya masih lemah dalam organisasi diharapkan mampu memperbaiki tata kelola. Sementara kelompok yang sudah berjalan diarahkan semakin mandiri, dan kelompok yang telah berkembang diharapkan dapat menjadi contoh serta memberikan manfaat lebih luas bagi petani lainnya.

“Kelompok tani jangan sampai hanya menjadi nama atau wadah ketika ada bantuan. Kelompok tani harus menjadi tempat petani belajar, bermusyawarah, menyusun kegiatan, mengembangkan usaha, dan mencari solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Karena itu, penilaian tidak berhenti pada kelengkapan dokumen. Aspek kelembagaan, aktivitas kelompok, keterlibatan anggota, pengembangan usaha, serta kemampuan kelompok dalam menyelesaikan berbagai persoalan pertanian menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan kelompok tani.

Raka juga mengingatkan bahwa administrasi kelompok tetap memiliki posisi penting karena menjadi bagian dari tata kelola organisasi. Namun, administrasi harus mencerminkan aktivitas yang benar-benar dilakukan.

Pencatatan kegiatan, struktur kepengurusan, pertemuan kelompok, program kerja, maupun dokumen pendukung harus berjalan seiring dengan aktivitas nyata di lapangan.

“Administrasi itu penting karena menjadi bukti bahwa organisasi berjalan. Tetapi jangan sampai administrasinya bagus sementara kegiatan kelompoknya tidak berjalan. Yang kita dorong adalah keseimbangan antara administrasi dan aktivitas nyata kelompok,” tegasnya.

Dengan demikian, proses penilaian diharapkan tidak berubah menjadi sekadar perlombaan melengkapi dokumen, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan pembinaan selanjutnya.

Raka menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dalam kegiatan peningkatan kapasitas dan penilaian kelembagaan kelompok tani tersebut.

WhatsApp Image 2026 09 22 at 21.32.46

Menurutnya, dukungan dan fasilitasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu kelompok tani meningkatkan kemampuan organisasi, pengetahuan, manajemen usaha, serta kemandirian petani.

Raka berharap ke depan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dapat memperluas fasilitasi serupa sehingga semakin banyak kelompok tani yang memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan dan peningkatan kapasitas.

“Harapan kami, ke depan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi bisa terus memfasilitasi seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Sukabumi. Minimal seluruh kelompok tani yang ada di Kecamatan Purabaya bisa mendapatkan pembinaan dan fasilitasi secara berkelanjutan,” harap Raka.

Menurutnya, fasilitasi yang berkelanjutan akan memberikan ruang bagi kelompok tani untuk terus berkembang, tidak hanya dalam aspek administrasi kelembagaan, tetapi juga dalam pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan anggota.

Dari sisi pembinaan, kegiatan penilaian juga menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mengetahui kebutuhan kelompok tani secara lebih konkret.

Kelompok yang masih memiliki kelemahan dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya. Sementara kelompok yang telah berkembang dapat diarahkan untuk memperkuat kemandirian, jejaring usaha, dan kemampuan dalam mengelola potensi pertanian di wilayah masing-masing.

Karena itu, hasil penilaian diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Evaluasi perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.

Raka berharap kelompok tani di Kecamatan Purabaya maupun Nyalindung tidak hanya mengejar hasil penilaian, tetapi menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk melakukan pembenahan internal.

Kelompok tani yang kuat akan lebih mudah menyusun perencanaan usaha, mengakses informasi dan teknologi pertanian, membangun kerja sama, serta memperkuat posisi petani dalam menghadapi berbagai persoalan usaha tani.

“Target akhirnya bukan sekadar mendapatkan penilaian yang baik. Target kita adalah bagaimana petani semakin memiliki kemampuan, kelompok semakin kuat, dan kelembagaan petani benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya,” kata Raka.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui BPP Purabaya tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperkuat kelembagaan petani di tingkat kecamatan dan desa.

Dengan melibatkan 15 kelompok tani dari Kecamatan Purabaya dan dua kelompok tani dari Kecamatan Nyalindung, kegiatan ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan, sehingga istilah “kelompok tani naik kelas” benar-benar diwujudkan melalui peningkatan kapasitas, kemandirian, dan aktivitas nyata di tingkat petani. (MP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *