Jenazah Mahmud Sahudi, Korban KMP Virgo Transport 8 Asal Jember, Teridentifikasi

WhatsApp Image 2026 09 27 at 1.13.05 PM

Jember – JAGAT BATARA. Minggu, 27 September 2026. Jenazah Mahmud Sahudi, warga Kabupaten Jember yang menjadi korban tragedi KMP Transport 8, akhirnya berhasil diidentifikasi dan dipulangkan ke rumah duka di Kecamatan Ambulu, Sabtu (26/9/2026).

Mahmud Sahudi, laki-laki berusia (43) merupakan warga Dusun Krajan, Desa Semberejo, Kecamatan Ambulu. Korban diketahui bekerja sebagai kernet truk bernomor polisi K 8655 NB yang mengangkut paket ekspedisi.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan berdasarkan informasi dari Pos SAR, Tim SAR gabungan menemukan 14 jenazah korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 pada Jumat malam (25/9/2026).

Dari jumlah tersebut, baru lima jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, salah satunya merupakan warga Jember, “ujarnya.

Berdasarkan rilis identifikasi DVI, Mahmud Sahudi tercatat sebagai jenazah nomor PM 023 yang identik dengan AM 050 atau AM 86 JT.

Proses identifikasi dilakukan berdasarkan pemeriksaan primer gigi, data sekunder berupa ciri medis, serta properti korban.

Jenazah Mahmud Sahudi menjalani proses identifikasi di RS Bhayangkara Banjarmasin, kemudian dipulangkan melalui jalur udara menuju Surabaya.

Setelah tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulance menuju rumah duka di Ambulu.

Selain Mahmud Sahudi, empat korban lain yang berhasil diidentifikasi pada Jumat (25/9/2026). Masing-masing Truno Hidayat (47), asal Madiun, Ibnu Darmawan (24), asal Kediri, Purkam (64), asal Tulungagung, dan Dwi Priyambodo (36), asal Kebumen.

Sementara itu, tiga warga Jember lainnya yang dilaporkan menjadi korban KMP Virgo Transport 8 hingga Sabtu (26/9/2026), masih belum diketemukan.

Ketiganya masing-masing M. Abdul Royid, warga Desa Seruni, Kecamatan Jenggawah, Niki Armi, warga Desa Haningduren, Kecamatan Balung, serta Afii, warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang.

Tim SAR gabungan bersama BPBD Jember masih terus berkoordinasi dengan Basarnas dan Polda Kalimantan Selatan untuk memantau perkembangan pencarian proses identifikasi korban lainnya. (Dang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *