BONDOWOSO – JAGAT BATARA. Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, menggelar kegiatan funbike bertajuk Gowes Ber-Infak pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini memadukan olahraga bersepeda dengan aksi sosial melalui pengumpulan infak untuk anak yatim dan kegiatan sosial lainnya.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Wringin tersebut diperkirakan diikuti ribuan peserta. Mayoritas peserta berasal dari wilayah Bondowoso, khususnya Kecamatan Wringin dan daerah sekitarnya.
Camat Wringin, Misyono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Santri Nasional sekaligus mendorong masyarakat, terutama kalangan santri, agar semakin gemar berolahraga.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Rute funbike dimulai dari Lapangan Kecamatan Wringin. Peserta kemudian melintasi Banyuputih, Glingseran, Bukor, dan Jatisari sebelum kembali ke titik pemberangkatan.
Panitia menyediakan sejumlah hadiah untuk menambah semarak kegiatan. Salah satu hadiah utama berupa seekor kambing yang berhasil dimenangkan Ella, warga Jatisari, Kecamatan Wringin.

Misyono menjelaskan bahwa hadiah kambing tersebut berasal dari sumbangan para donatur. Dengan demikian, pengadaan hadiah tidak menggunakan uang infak yang dihimpun dari peserta.
Setiap peserta memberikan infak sebesar Rp20 ribu per kupon. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan kepada anak yatim dan digunakan untuk mendukung kegiatan sosial lainnya.
“Hadiah kambing berasal dari para donatur, bukan dari uang infak peserta. Dana infak yang terkumpul nantinya diperuntukkan bagi anak yatim dan kegiatan sosial lainnya,” ujar Misyono.
Melalui kegiatan Gowes Ber-Infak, Kecamatan Wringin berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini mengusung semangat HSN 2026 dengan tema “Santri Berdaya, Indonesia Jaya”, yang mendorong peran santri dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
(Dang)
