Jember – JAGAT BATARA, 6 Oktober 2026. Senin malam, 5 Oktober 2026, menjadi salah satu malam yang penuh cerita bagi masyarakat Jember. Sejak malam, Alun-Alun Jember dipadati warga yang datang untuk menyaksikan nobar pertandingan sepak bola Indonesia melawan Thailand. Sorak sorai pecah ketika pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya terus ditentukan melalui adu penalti. Kemenangan Indonesia melalui drama adu penalti langsung disambut euforia masyarakat yang memadati Alun-Alun Jember.
Bagi para penonton, kemenangan tersebut bukan sekadar hasil pertandingan. Ada rasa bangga karena Indonesia kembali mencatat sejarah baru di dunia kancah persepakbolaan. Namun, ketika sorak kemenangan mulai mereda dan masyarakat satu per satu meninggalkan lokasi, cerita lain justru dimulai.
Jarum jam telah mendekati tengah malam. Alun-Alun Jember yang sebelumnya penuh dengan masyarakat masih menyisakan berbagai sampah bekas kegiatan nobar. Botol minuman, kemasan makanan, hingga sampah lainnya terlihat di sejumlah tempat.
Di saat sebagian besar masyarakat sudah pulang untuk beristirahat, petugas kebersihan DPRKPLH Jember Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) tetap melanjutkan tugasnya. Mereka bergerak membersihkan kawasan Alun-Alun kembali bersih dan nyaman.
Para petugas yang dikoordinatori Miski tidak mengenal kata lelah. Meski suasana sudah sepi dan malam semakin larut, satu per satu sampah dikumpulkan dan dibersihkan.
“Menang atau kalah dalam pertandingan, kebersihan tetap harus kita jaga. Setelah nobar selesai, tugas kami memastikan Alun-Alun kembali bersih. Kami tetap semangat karena tempat ini milik bersama dan harus kita rawat bersama,” Miski.
Yang membuat malam itu terasa berbeda, di tengah aktivitas petugas kebersihan ternyata muncul beberapa anak muda yang ikut membantu memungut sampah. Salah satunya Chandra. Tanpa diminta, ia bersama teman-temannya ikut membersihkan sampah yang masih tertinggal.
“Kami ikut nobar dan menikmati kemenangan Indonesia. Setelah melihat masih ada sampah, rasanya nggak enak kalau langsung pulang. Alun-Alun ini tempat kita bersama, jadi menurut saya membersihkannya juga bisa dimulai dari diri sendiri,” kata Chndra. (Dang)
