Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Semeru Catat 113 Kali Letusan dalam 24 Jam Terakhir

WhatsApp Image 2026 09 25 at 13.44.35

Lumajang — JAGAT BATARA. Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Berdasarkan laporan pemantauan dalam 24 jam terakhir, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami 113 kali letusan, 20 kali gempa guguran, enam kali hembusan, serta 11 kali tremor. Jumat, 25/9/2026.

Sejumlah letusan yang terjadi bahkan disertai dengan suara dentuman keras. Aktivitas tinggi ini mengindikasikan adanya suplai magma yang masih berlangsung serta potensi terjadinya Awan Panas Guguran (APG) yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar lereng gunung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui otoritas setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat, wisatawan, maupun para penambang untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar. Wilayah lain yang juga dinyatakan steril dari aktivitas warga meliputi Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai-sungai kecil yang merupakan anak Sungai Besuk Kobokan juga diminta untuk mewaspadai potensi ancaman banjir lahar, mengingat curah hujan di kawasan puncak masih berpotensi tinggi memicu luncuran material vulkanik yang telah menumpuk.

Hingga Jumat pagi ini, status Gunung Semeru masih berada di level yang memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi, dan tim pemantau terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara 24 jam.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masif—ditandai oleh ratusan kali letusan, guguran, serta potensi Awan Panas Guguran (APG)—mengharuskan masyarakat dan pihak berwenang untuk siaga penuh. Kepatuhan terhadap zona larangan di sekitar daerah aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat sangat krusial guna menghindari korban jiwa dan meminimalisir risiko bencana susulan akibat ancaman material vulkanik maupun lahar. (Ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *