Bantu Warga Hadapi Kekeringan, BPBD Jember Usulkan Distribusi Air Bersih Setiap Dua Hari Sekali

WhatsApp Image 2026 10 10 at 12.31.20

Jember – JAGAT BATARA, 10 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Kali ini, distribusi air bersih yang ketiga dilaksanakan di Dusun Sumberejo, Desa Pondokrejo, pada Jumat (9/10/2026) pukul 18.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih yang ditempatkan pada tandon penampungan milik warga. Bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah keterbatasan pasokan akibat dampak musim kemarau yang berkepanjangan.

Berdasarkan data yang dihimpun awak media, sebanyak 117 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di wilayah tersebut. Rinciannya, sekitar 45 KK berada di RT 02 RW 05 yang dikoordinasikan oleh Rusmiyati, sekitar 50 KK di RT 03 RW 05 yang dikoordinasikan oleh Yuli, serta 22 KK lainnya berada di RT 03 RW 04.

Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan tindak lanjut atas permohonan dari Pemerintah Desa Pondokrejo melalui surat Nomor 452/652/35.09.18.2004/2026 tentang permohonan bantuan air bersih.

TRC BPBD Jember Lakukan Koordinasi Sebelum Distribusi

Narasumber dari TRC BPBD Kabupaten Jember, M. Faris Fadhil, menyampaikan bahwa tim telah bergerak menuju lokasi sejak pukul 16.00 WIB. Setibanya di wilayah sasaran, petugas terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan unsur masyarakat setempat sebelum melaksanakan pendistribusian bantuan.

Langkah koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran penyaluran air bersih agar bantuan dapat ditempatkan pada tandon penampungan yang tersedia dan dimanfaatkan oleh warga terdampak.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, petugas BPBD juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi dampak kekeringan, terutama ketika ketersediaan air bersih semakin terbatas.

Kegiatan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, pengurus RT dan RW, serta warga setempat. Sinergi antara petugas dan masyarakat diharapkan dapat mendukung penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga mendapat perhatian.

Distribusi Berjalan Aman dan Kondusif

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Proses pendistribusian air bersih berjalan kondusif tanpa kendala berarti.

Sebanyak 5.000 liter air bersih berhasil disalurkan ke tandon penampungan yang tersedia untuk dimanfaatkan masyarakat terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah kondisi pasokan yang terbatas.

Meski distribusi bantuan telah terlaksana, kebutuhan air bersih masyarakat di Dusun Sumberejo masih memerlukan perhatian dan penanganan berkelanjutan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting agar upaya penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui bantuan sesaat, tetapi juga disertai langkah lanjutan sesuai kebutuhan warga.

BPBD Usulkan Distribusi Air Setiap Dua Hari Sekali

Sebagai tindak lanjut penanganan kekeringan, BPBD Kabupaten Jember mengusulkan agar distribusi air bersih menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter dapat dilakukan setiap dua hari sekali, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat terdampak.

Usulan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga selama musim kemarau, terutama bagi keluarga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain distribusi air bersih secara berkala, BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk mendukung ketersediaan air bersih di Dusun Sumberejo, Desa Pondokrejo.

Pembangunan sumur bor dinilai perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan air masyarakat secara berkelanjutan, sehingga ketergantungan terhadap bantuan distribusi air dapat ditangani melalui solusi yang lebih permanen.

BPBD juga merekomendasikan agar kondisi kekeringan tersebut diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Penanganan Berkelanjutan untuk Memenuhi Kebutuhan Warga

Upaya penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bagian dari langkah penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Jember, khususnya dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar ketika pasokan air bersih mengalami keterbatasan.

Melalui distribusi air bersih, edukasi kebencanaan, serta rekomendasi penanganan lanjutan, diharapkan masyarakat terdampak dapat terbantu dalam menghadapi kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.

BPBD Kabupaten Jember juga mengimbau masyarakat agar terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Koordinasi tersebut diperlukan agar kebutuhan warga dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Dengan adanya kerja sama antara BPBD, pemerintah desa, dinas terkait, dan masyarakat, diharapkan kebutuhan air bersih warga terdampak kekeringan dapat terpenuhi dengan lebih baik serta dampak musim kemarau di Kabupaten Jember dapat diminimalkan.

(Dang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *