Publik pertanyakan anggaran workshop Program pengembangan kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi tahun 2025.

WhatsApp Image 2026 10 05 at 11.30.52

Sukabumi – JAGAT BATARA, Senin, 5 Oktober 2026. Informasi yang dihimpun oleh awak media JAGAT BATARA terkait anggaran program pengembangan kurikulum sebesar Rp1.426.911.300, realisasi sebesar Rp1.387.267.000 dan penetapan kurikulum muatan lokal pendidikan dasar anggaran sebesar Rp1.265.647.300, realisasi Rp1.232.403.000.

Rincian dari penggunaan anggaran tersebut di antaranya:

  • Penyusunan silabus muatan lokal pendidikan dasar anggaran Rp415.864.000, realisasi Rp407.714.000.
  • Pelatihan penyusunan kurikulum muatan lokal pendidikan dasar anggaran sebesar Rp284.313.300, realisasi Rp276.430.000.
  • Penyusunan model-model pembelajaran inovatif pendidikan dasar anggaran sebesar Rp298.276.000, realisasi Rp295.381.000.
  • Penyusunan kompetensi dasar/capaian pembelajaran muatan lokal pendidikan dasar anggaran sebesar Rp267.194.000, realisasi Rp252.878.000.
  • Penetapan kurikulum muatan lokal Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan non formal anggaran sebesar Rp161.264.000, realisasi Rp154.864.000.

Ketika awak media meminta tanggapan Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengembangan Muatan Lokal (KPML) Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Hamdani S.Pd., M.Si., terkait penggunaan anggaran tersebut melalui pesan WhatsApp, 30/9/2026.

Menurut Hamdani S.Pd., M.Si., “sesuai dengan nomenklatur program pengembangan kurikulum pada tahun 2025 terdiri dari:

  1. Penyusunan silabus muatan lokal pendidikan dasar dengan anggaran Rp415.864.000, pelaksanaan kegiatan berupa:
  • Workshop identifikasi sekolah unggulan berbasis kearifan lokal dan manajemen sekolah, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengidentifikasi potensi-potensi kearifan lokal di setiap wilayah 47 kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Sasaran kegiatan ini adalah guru dan kepala sekolah dari 47 kecamatan.
  • Workshop pengembangan bahan ajar bahasa Sunda, bahasa Sunda merupakan salah satu muatan lokal yang ada di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan bagi guru bahasa Sunda di Kabupaten Sukabumi. Sasaran dari kegiatan ini adalah guru bahasa Sunda masing-masing dua orang guru per kecamatan.
  • Workshop uji publik ban ajar muatan lokal Geopark pendidikan dasar, muatan lokal Geopark Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu yang fokus terhadap pengembangan wilayah Geopark, terutama di bidang pendidikan. Salah satunya adalah adanya bahan ajar. Pada kegiatan revalidasi tahun 2025, salah satu yang menjadi penilaian adalah adanya bahan ajar muatan lokal Geopark. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mereview dan menguji bahan ajar muatan lokal Geopark jenjang SD dan SMP. Peserta terdiri 21 orang guru SD dan 2 4 orang guru SMP.
  1. Pelatihan penyusunan kurikulum macan lokal pendidikan dasar dengan anggaran Rp284.313.300, pelaksanaan kegiatan berupa:
  • Pelatihan penyusunan kurikulum muatan lokal pencak silat jenjang SD: sasaran seluruh guru olahraga, guru yang mengajar olahraga jenjang SD.
  • Pelatihan penyusunan kurikulum muatan lokal pencak silat jenjang SMP: sasaran satu orang guru olahraga tiap satuan pendidikan jenjang SMP. Pelaksanaan kegiatan berupa road show ke setiap wilayah. Selain mendapatkan pelatihan penyusunan kurikulum muatan lokal pencak silat, peserta juga diberikan pelatihan praktik pencak silat TGR.
  1. Penyusunan model-model pembelajaran inovatif pendidikan dasar dengan anggaran sebesar Rp298.276.000, pelaksanaan kegiatan berupa:
  • Pelatihan penyusunan model-model pembelajaran inovatif berbasis digital Augmented Reality.
  • Pelatihan penyusunan model-model pembelajaran inovatif berbasis digital Virtual Reality. Salah satu yang termasuk ke dalam muatan lokal adalah teknologi. Penggunaan teknologi yang dikembangkan di Kabupaten Sukabumi adalah dengan menggunakan AR dan VR ke dalam pembelajaran. Pada guru yang mendapatkan pelatihan ini bisa mengaplikasikan penggunaan AR dan VR di dalam kelas sehingga proses pembelajaran lebih menyenangkan dan memudahkan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Sasaran kegiatan ini adalah guru satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.
  1. Penyusunan kompetensi dasar/pencapaian pembelajaran muatan lokal pendidikan dasar dengan anggaran Rp267.194.000, pelaksanaan kegiatan berupa:
  • Analisis penyusunan capaian pembelajaran dan penyusunan perencanaan pembelajaran mendalam bahasa Sunda. Sasaran guru bahasa Sunda jenjang SD. Kegiatan dilaksanakan 8 wilayah kecamatan.
  • Workshop penyusunan bahan ajar digital, sasaran guru penyusun bahan ajar muatan lokal jenjang SD dan SMP. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membuat bahan ajar secara digital.
  1. Kegiatan penetapan kurikulum muatan lokal pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan non formal dengan anggaran Rp161.264.000, pelaksanaan kegiatan ini berupa:

a. Penyusunan kompetensi dasar script capaian pembelajaran muatan lokal pendidikan anak usia dini dan pendidikan non formal. Pelaksanaan kegiatan berupa penyusunan kompetensi dasar/tujuan pembelajaran STEM jenjang PAUD.

b. Penyusunan model-model pembelajaran inovatif Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan non formal berbasis digital AR jenjang PAUD. Sasaran kegiatan adalah kepala sekolah/guru jenjang PAUD.

  1. Kegiatan penataan dan pendistribusian pendidik dan tenaga kependidikan bagi satuan pendidikan dasar PAUD, dan pendidikan non formal/kesetaraan dengan anggaran sebesar Rp167.615.200.-
  • Sosialisasi input data perencanaan kebutuhan ASN pada SIASN.
  • Workshop pemetaan ASN P3K.”

Tulis Hamdani lewat WhatsApp.

Namun Hamdani tidak menjelaskan secara rinci terhadap penggunaan anggaran tersebut untuk apa saja.

Di lain pihak, dari sumber yang dapat dipercaya awak media mendapatkan informasi bahwa pada tahun 2025 tersebut, yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi:

Workshop uji publik bahan ajar Mulok Geopark waktu 12 Februari 2025, lokasi Hotel Pangrango Selabintana Sukabumi.

Fokus utama: menyusun dan menguji bahan ajar kurikulum muatan lokal mengenai Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu untuk jenjang pendidikan dasar SD dan SMP agar siswa memahami warisan budaya yang diakui dunia. Artinya, dari kegiatan ini tidak tergambar terkait workshop yang lainnya.

Kemudian workshop Jurnalistik Pendidikan (Mitra Strategis Mutu Pendidikan) waktu 10 Februari 2025, lokasi: Ruang Kaca, Kompleks Disdik Kabupaten Sukabumi di Cikembar.

  • Kolaborasi Disdik Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan salah satu organisasi wartawan Kabupaten Sukabumi.
  • Fokus utama mengedukasi puluhan kepala sekolah jenjang SMP mengenai peran profesi wartawan dan dasar-dasar dunia jurnalistik guna menunjang transparansi serta publikasi sekolah yang positif. Selain workshop di atas, sepanjang 2025 di Sukabumi juga memfokus agenda pada program pelatihan bela negara dan pendidikan karakter mulai Mei 2025 serta pengenalan inovasi pendidikan digital dalam gelaran Sukabumi Expo.

Sementara anggaran untuk workshop jurnalistik kependidikan itu tidak terlihat di dalam APBD 2025. Tentunya yang menjadi pertanyaan, apakah workshop itu sudah dilaksanakan sesuai dengan anggarannya? Itu menjadi pertanyaan publik?

Di lain pihak, ketika awak media JAGAT BATARA konfirmasi terhadap kegiatan workshop jurnalistik pendidikan tersebut kepada narasumber berinisial AW.

Kata AW, “pada saat itu saya sebagai narasumber di Ruang Kaca Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, namun ketika ditanyakan berapa anggarannya, dia tidak mengetahui dan hanya menerima honorarium Rp1.500.000. Dan pesertanya kepala sekolah SMP yang pada saat itu diberikan konsumsi nasi besek,” jelas dia.

Di lain pihak, seorang guru pengawas menjelaskan kepada media kalau Ruang Kaca tersebut hanya muat sekitar 30 orang karena ruangan itu adalah ruangan yang selalu dipakai oleh guru pengawas SD apabila ada rapat. “Ujarnya (HSN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *